Kumpulan Tugas Kulia

Sabtu, 22 Maret 2014

Makalah Pengertian Penelitian



MAKALAH
PENGERTIAN PENELITIAN PENDIDIKAN
DAN PENDEKATAN PENELITIAN
Tugas Individu Mata Kuliah  Metode Penelitian
Dosen  Dr. Wahyu Sukartininsih,  M.Pd




Oleh:

Nama                 : SAEFULLAH
NIM                   : 137855445
Kelas                  : C

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
2014

KATA PENGANTAR


Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillah segala puji bagi Allah yang menggenggam segala peristiwa baik besar maupun kecil. Seluruh syukur tercurah kepada-Nya yang telah memberikan limpahan rahmat, karunia dan kesempatan-Nya, suatu kebahagiaan yang tak terhingga bagi kami di saat makalah ini terselesaikan. Penulisan makalah  ini dapat terselesaikan berkat bantuan semua pihak sehubungan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.     Ibu Dr. Wahyu Sukartiningsih, M.Pd, telah memberi kesempatan kepada penulis untuk membuat makalah ini.
2.     Semua Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya  yang telah banyak memberikan pengarahan, nasehat, dorongan serta bimbingan.
3.     Rekan-rekan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Sur Universitas Negeri Surabaya abaya, yang telah memberikan bantuan, dorongan dan kemudahan yang sangat berati selama penulis menyususn makalah ini hingga selesai.
Akhir kata penulis panjatka doa semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan memberikan balasan yang setimpal kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada penulis. Amin Ya Robbal  Alamin.


Surabaya,  Maret  2014

Penulis





DAFTAR ISI

Kata Pengantar    ………………………………………………………….        i
Daftar Isi   …………………………………………………………………       ii
BAB I. PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah     ……………………………………………       1
B.    Rumusan Masalah  ……………………………………………………       1
C.    Tujuan Penulisan    ……………………………………………………       1
BAB II. PEMBAHASAN
A.   Pengertian Penelitian Pendidikan............................................................      2
B.    Pendekatan Penelitian  ..........................................................................       4
C.    Jenis-Jenis Penelitian  ............................................................................      7
BAB III. PENUTUP
A.      Kesimpulan ………………………………………………………….     16
B.    Saran     ………………………………………………………………..     16
Daftar Pustaka    …………………………………………………………..     18









BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Sebelum pembahasan perihal paradigma penelitian pendidikan, perlu ditegaskan bagaimana posisi masalah, tujuan penelitian, dan karakteristik data dalam konteks pemilihan paradigma penelitian pendidikan. Masalah, tujuan penelitian, dan karakteristik data merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebelum memilih paradigma penelitian tertentu. Dengan demikian, paradigma penelitian diabdikan untuk menjawab masalah dan menjelaskan pencapaian tujuan penelitian sesuai dengan karakteristik data yang akan dikumpulkan, dan bukan sebaliknya. Oleh karena itu, pemahaman peneliti mengenai masalah penelitian apa yang akan dipecahkan melalui penelitian, tujuan  apa yang akan dicapai, dan bagaimana karakteristik data yang akan dikumpulkan sangat penting sebelum menetapkan paradigma tertentu yang akan dipilih. Ibaratnya, paradigma penelitian merupakan alat potong atau pisau bedah yang akan digunakan peneliti untuk membedah “hutan masalah” penelitian. Itu berarti, jenis dan karakteristik “hutan masalah” akan mengarahkan peneliti dalam memilih alat potong atau pisau bedah tertentu.
B. Rumusan Masalah
1.  Apa yang dimaksud dengan pengertian penelitian  pendidikan?
2.    Sebutkan jenis-jenis pendektan penelitian?
3.    Sebutkan jenis-jensi penelitian?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian penelitian pendidikan?
2.  Untuk mengetahui jenis-jenis pendekatan  penelitian
3. Untuk mengetahui jenis-jenis penelitian
BAB II
PEMBAHASAN
                                            

A.  Pengertian Penelitian Pendidikan
Secara umum, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif, eksperimental atau noneksperimental, interaktif atau noninteraktif. Metode penelitian adakalanya juga disebut “metodologi penelitian”, dalam makna yang lebih luas bias berarti “desain” atau rancangan penelitian.
Pengertian penelitian pendidikan adalah suatu kegiatan yang sistematis untuk menemukan jawaban yang mendekati kebenaran mengenai permasalahan pendidikan atas dasar penalaran yang rasional dan logis , serta adanya dukungan dari fakta empiris. Penelitian pendidikan umumnya dilakukan untuk mengembangkan, menemukan dan menguji atas kebenaran dari suatu konsep, prinsip, pengetahuan dan mengenai pendidikan secara umum. Adapun tujuan penelitian pendidikan sebagai berikut:
1.     Untuk bahan masukan, meningkatkan mutu isi, proses serta hasil pembelajaran dan pendidikan di sekolah
2.     Untuk membantu tenaga kependidikan seperti guru dan lainnya dalam mengatasi masalah pendidikan dan pembelajaran yang baik di luar maupun di dalam kelas.
3.     Untuk meningkatkan profesionalisme di dalam dunia pendidikan maupun tenaga kependidikan.
4.     Untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya akademik dalam lingkungan sekolah, sehingga bias melakukan perbaikan mutu pembelajaran dan pendidikan secara berkelanjutan. Pendidik
5.     Untuk meningkatkan kerja sama yang professional di antara para pendidik maupun tenaga kependidikan.
Selain itu manfaat dari penelitian pendidikan sendiri yaitu:
·       Sebagai peta yang dapat mendeskripsikan mengenai keadaan pendidikan serta mendeskripsikan tentang kemampuan sumber daya mengenai kemungkinan hambatan yang bias dihadapi.
·       Sebagai sarana diagnosis ketika mencari penyebab suatu kegiatan dan masalah yang dihadapi pada saat pelaksanaan pendidikan agar bias dicari penyelesaiannya.
·       Sebagai bahan dasar untuk menyusun suatu kebijakan, termasuk strategi dalam pengembangan pendidikan.
·       Sebagai masukan yang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan dalam peralatan, pembiayaan, perbekalan dan tenaga kerja yang memiliki peran dalam keberhasilan pendidikan.

Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan, mengembangkan dan menguji teori. Mc Milan dan Schumacher Mengutip pendapat Walberg (1986), ada lima langkah pengembangan pengetahuan melalui penelitian, yaitu (1) mengindetifikasi masalah penelitian, (2) melakukan studi empiris, (3) melakukan replikasi atau pengulangan, (4) menyatukan (sintesis) dan mereviu, (5) menggunakan dan mengevaluasi oleh pelaksanaan.
            Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori. Paradigma penelitian juga menjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah, serta kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian.
Paradigma penelitian diabdikan untuk menjawab masalah dan menjelaskan pencapaian tujuan penelitian sesuai dengan karakteristik data yang akan dikumpulkan, dan bukan sebaliknya. Oleh karena itu, pemahaman peneliti mengenai masalah penelitian apa yang akan dipecahkan melalui penelitian, tujuan apa yang akan dicapai, dan bagaimana karakteristik data yang akan dikumpulkan sangat penting sebelum menetapkan paradigma tertentu yang akan dipilih. Ibaratnya, paradigma penelitian merupakan alat potong atau pisau bedah yang akan digunakan peneliti untuk membedah “hutan masalah” penelitian. Itu berarti, jenis dan karakteristik “hutan masalah” akan mengarahkan peneliti dalam memilih alat potong atau pisau bedah tertentu.
B.    Pendekatan Penelitian

1.   Jenis Pendekatan menurut Teknik Samplingnya
Jenis pendekatan ini menggunakan objek yang diteliti dalam menggambil pendekatan suatu penelitian.
a.    Pendekatan Populasi
Dalam pendekatan populasi, peneliti menggunakan populasi atau seluruh komponen dari subjek penelitian sebagai sumber data dalam penelitian tersebut. Jadi yang menjadi target pendekatan penelitian ini adalah populasi.
b.   Pendekatan Sampel
Seringkali terjadi bahwa peneliti tidak dapat melakukan studi terhadap semua anggota yang menjadi objek penelitian, sehingga mereka hanya mampu mengambil sebagian dari populasi (sampel), dalam penelitian ini biasanya digunakan pendekatan sampel. Pendekatan ini biasanya diterappkan terhadap penelitian yang populasinya cukup besar sehingga untuk mengumpulkan datanya membutuhkan tenaga, pemikiran, dan/atau dana yang besar sehingga menyulitkan peneliti dalam mengumpulkan datanya.
c.    Pendekatan Kasus
Penelitian kasus adalah penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang suatu keadaan tertentu yang ada sekarang dan interaksi linkungan suatu unit sosial: individu, kelompok lembaga atau masyarakat. Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seorang individu yang dipandang mengalami suatu kasus tertentu. Misalnya, mempelajari secara khusus anak nakal, anak yang tidak bisa bergaul dengan orang lain atau anak yang selalu gagal belajar. Peneliti memilih salah satu kasus dan mempelajarinya secara mendalam dan dalam jangka waktu tertentu. Artinya peneliti mengungkap semua variabel yang menyebabkan terjadinya kasus tersebut. Tekanan utama dalam studi kasus adalah mengapa individu melakukan hal tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan.
2.   Jenis Pendekatan menurut Timbulnya Variabel
a.    Pendekatan Non-eksperimen (Penelitian Deskriptif)
Pendekatan Non-eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan/menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi). Misalnya, penelitian mengenai kemunduran prestasi belajar siswa, kemunduiran rasa tanggung jawab.
b.   Pendekatan Eksperimen
Pendekatan Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan terhadap variabel-variabel yang akan datang.
Pendekatan Eksperimen/eksplanatori adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan apa-apa yang akan terjadi bila variabel-variabel tertentu dikontrol atau dimanipulasi secara tertentu. Jadi pendekatan ekperimen adalah penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian eksperimen.
3.   Jenis Pendekatan menurut Pola-pola atau Sifat-sifat Non-Eksperimen
a.    Pendekatan Kasus (case-studies)
Selain dapat dikumpulkan dari berbagai sumber pustaka yang telah ada, pengumpulan data suatu penelitian dapat pula dilakukan dengan mengadakan kuliah kerja (field work). Salah satu bentuk dari kuliah kerja itu adalah case study, yang dalam sejarah pertumbuhannya mula-mula dipergunakan untuk menggambarkan dan menunjang suatu pendapat atau dalil. Pendekatan ini digunakan untuk memecahkan suatu problema melalui pengumpulan data dalam bentuk beberpa case yang kongkret dan terperinci.
b.   Pendekatan Kausal-Komparatif
Pendekatan Kausal-Komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara berdasarkan atas pengamatan terhadap akibat yang ada, mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol. Misalnya, penelitian sikap santai siswa dalam kegiatan belajar, mungkin menyebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja.
c.    Pendekatan Korelasi
Penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Jadi dalam menggunakan pendekatan ini, peneliti dituntut mempelajari dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variabel dalam satu variabel berhubungan dengan variabel lain. Misalnya, studi mempelajari hubungan antara skor pada tes masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi.
d.   Pendekatan Histori
Pendekatan historis yaitu usaha untuk mempelajari dan mengenali fakta-fakta dan menyusun kesimpulan mengenai peristiwa-peristiwa masa lampau. Disini peneliti dituntut menemukan fakta, menilai dan menafsirkan fakta yang diperoleh secara sistematis dan objektif untuk memahami masa lampau. Temuan-temuan masa lampau tersebut dapat dijadikan bahan untuk masa yang sekarang dan meramalkan peristiwa yang akan datang.
D.  Jenis Pendekatan menurut Model Pengembangan atau Model Pertumbuhan
a.    One-shot model yaitu model pendekatan yang menggunakan satu kali pengumpulan data pada suatu saat. Misalnya, penelitian yang dilakukan untuk meneliti perkembangan motorik pada anak usia 1 tahun, penelitian dilakukan pada satu waktu terhadap satu kelompok.
b.   Longitudinal yaitu mempelajari berbagai tingkat pertumbuhan dangan cara mengikuti perkembangan individu-individu yang sama. Misalnya, meneliti perkembangan motorik sekelompok anak umur 7 bln, 8, 9, 10, 11, 12 bulan, dst, dengan demikian, penelitian dilakukan pada beberapa waktu terhadap 1 kelompok.
c.    Cross-sectional model atau pendekatan silang yaitu gabungan antara model a dan b untuk memperoleh data yang lebih lengkap yang dilakukan dengan cepat, sekaligus dapat menggambarkan perkembangan individu selama dalam masa pertumbuhan karena mengalami subjek dari berbagai tingkat umur. Misalnya, seorang peneliti yang meneliti perkembangan pola pikir suatu sekolah dasar, maka peneliti meneliti secara serentak kelas I, II, III, IV, V dan VI.

C.    Jenis – Jenis penelitian
1.   Jenis Penelitian Berdasarkan Pendekatan :
a.    Penelitian Deskriptif
Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan suatu kegiatan penelitian yang dilakukan terhadap objek-objek tertentu dengan cara sistematis dan jelas
b.   Penelitian Eksperimen
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 persyaratan yaitu peneliti harus melakukan kegiatan mengontrol kemudian memanipulasi serta melakukan observasi.


c.    Penelitian Tindakan
Penelitian ini merupakan bentuk penelitian terhadap refleksi diri berdasarkan yang sudah dilakukan partisipan selama ini dalam situasi social (pendidikan) agar bias memperbaiki praktek yang dilakukannya.
d.   Penelitian Kuantitatif
Penelitian kualitatif adalah paradigma penelitian yang berisi pandangan-pandangan atau keyakinan bahwa fokus penelitian adalah kualitas (hakikat dan esensi), akar filsafat yang dianut di antaranya adalah fenomenologi dan interaksi simbolik, aktivitas utamanya adalah kerja lapangan, etnografis, grounded, tujuannya adalah pemahaman, deskripsi, temuan, dan pemunculan hipotesis, desain yang digunakan bersifat lentur, fleksibel, berevolusi, dinamis, latar penelitiannya alamiah, sumber data yang dijadikan sasaran kecil, tidak acak, pengumpulan data dengan memanfaatkan peneliti sebagai instrumen utama, modus analisis induktif, dan temuannya komprehensif dan holistik serta mementingkan transferabilitas (Alwasilah, 2002).
Paradigma penelitian selalu dihubungkan dengan penelitian kuantitatif yang didasarkan pada postpositivisme. Penelitian kuantitatif mencakup penelitian survai, deskriptif causal comparative, retrospektif (ex-post facto), pre-experimental, quasi-experimental, true experimental, korelasional, dan eksperimen kompleks dengan banyak variabel dan perlakuan (seperti desain faktorial dan desain pengukuran berulang).
Paradigma kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Penelitian yang menggunakan pendekatan deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis merupakan penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif. Paradigma ini disebut juga dengan paradigma tradisional (traditional), positivis (positivist), eksperimental (experimental), atau empiris (empiricist).
Paradigma penelitian kuantitatif dipilih bila penelitian bertujuan menjelaskan berapa banyak suatu fenomena, bagaimana hubungan antaraspek, datanya bersifat numerikal, dapat diukur, ”bebas” konteks, dan untuk menguji teori.
Ciri Paradigma penelitian kuantitatif :
a.   Paradigma tradisional, positivis, eksperimental, empiris.
b.  Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan
    angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.
c.  Realitas bersifat obyektif dan berdimensi tunggal.
d.  Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti.
e.   Bebas nilai dan tidak bias.
f.   Pendekatan deduktif.
g.  Pengujian teori dan analisis kuantitatif.
e.     Penelitian Kualitatif
Paradigma penelitian kuantitatif adalah paradigma penelitian yang mempunyai keyakinan bahwa fokus penelitian merujuk kepada kuantitas (berapa banyak) dengan menggunakan landasan filsafat positivisme dan empirisme. Kegiatan penelitian ini di antaranya dilakukan melalui eksperimen dengan menggunakan analisis statistik. Tujuan penelitian diarahkan kepada deskripsi, prediksi, kontrol, dan pebuktian hipotesis. Desain ditentukan lebih awal dan cenderung terstruktur ”sempurna” dengan menggunakan sampel besar, acak, dan representatif. Pengumpulan data menggunakan tes, skala angka, survei, kuesiener, dan hasilnya dianalisis menggunakan statistik untuk memperoleh temuan yang persis untuk melakukan generalisasi.
Paradigma penelitian kualitatif dipilih bila penelitian bertujuan menjelaskan apa dan mengapa suatu fenomena terjadi, datanya verbal, interpretatif, multirealitas dan multitafsir, bergantung konteks, dan untuk mengembangkan teori.

Ciri paradigma penelitian kualitatif :
a.   Pendekatan konstruktifis, naturalistis (interpretatif), atau perspektif postmodern.
b.   Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas.
c.   Realitas bersifat subyektif dan berdimensi banyak.
d.   Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti.
e.  Tidak bebas nilai dan bias.
f.   Pendekatan induktif.
g.       Penyusunan teori dengan analisis kualitatif.
f.     R& D
Research  and Development atau penelitian dengan pengembangan ini merupakan strategi yang ampuh untuk memperbaiki praktek. Maksudnya untuk mengembangkan produk baru. Pada hahikatnya penelitian pendidikan merupakan cara untuk memperoleh informasi yang bias dipertanggung  jawabkan sebagai upaya untuk memahami proses pendidikan.

2. Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsi
a. Penelitian Dasar 
Penelitian dasar yang sering disebut sebagai basic research atau pure research dilakukan untuk memperluas batas-batas ilmu pengetahuan. Penelitian dasar ini tidak ditujukan secara langsung untuk mendapatkan pemecahan bagi suatu permasalahan khusus. Penelitian dasar dilakukan untuk memverifikasi teori yang sudah ada atau mengetahui lebih jauh tentang sebuah konsep. Hal pertama sekali yang harus dilakukan dalam penelitian dasar adalah pengujian konsep atau hipotesis awal dan kemudian pembuatan kajian lebih dalam serta kesimpulan tentang fenomena yang diamati. (wibisono, 2002:4-5).
Penelitian dasar dibedakan atas pendekatan yang digunakan dalam pengembangan teori yaitu:
·     Penelitian deduktif, yaitu penelitian yang bertujuan menguji teori pada keadaan tertentu.
·    Penelitian induktif,yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan (generating) teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta.
Penelitian dasar  lebih  diarahkan untuk mengetahui, menjelaskan,  dan memprediksikan fenomena-fenomena alam dan sosial.  Hasil penelitian dasar mungkin belum  dapat  dimanfaatkan  secara  langsung  akan  tetapi sangat berguna untuk kehidupan yang lebih baik. Tujuan penelitian dasar adalah untuk  menambah pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar,  hukum-hukum ilmiah,  serta untuk  meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah (Sukmadinata, 2005).
Tingkat  generalisasi hasil penelitian dasar bersifat abstrak dan umum serta berlaku secara universal. Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan masalah praktis akan tetapi prinsip-prinsip atau teori yang dihasilkannya dapat mendasari pemecahan masalah praktis. Dengan kata lain, hasil penelitian dasar dapat mempengaruhi kehidupan praktis.  Contoh penelitian dasar yang terkait erat dengan bidang pendidikan adalah penelitian dalam bidang psikologi, misalnya penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perikalu manusia. Hasil penelitian tersebut sering digunakan sebagai landasan dalam pengembangan sikap untuk merubah perilaku melalui proses pembelajaran/pendidikan.
b. Penelitian Terapan
Penelitian terapan berbeda dengan penelitian dasar, penelitian terapan dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang permasalahan yang khusus atau untuk membuat keputusan tentang suatu tindakan atau kebijakan khusus. Penggunaan metode ilmiah dalam penelitian terapan menjamin objektivitas dalam mengumpulkan fakta dan menguji ide kreatif bagi alternatif strategi bisnis. Penelitian terapan dibedakan atas:
  •  Penelitian dan pengembangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik.
  • Penelitian tindakan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk segera digunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah.
Penelitian terapan  atau  applied research  dilakukan  berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan,  dan pengembangan  ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata.
Penelitian terapan berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah-masalah tertentu. Tujuan utama penelitian terapan adalah pemecahan masalah sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individu  atau  kelompok maupun  untuk  keperluan industri atau  politikdan  bukan untuk wawasan keilmuan  semata  (Sukardi, 2003). Dengan kata lain penelitian terapan adalah  satu jenis  penelitian yang hasilnya dapat  secara langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Penelitian ini menguji manfaat dari teori-teori ilmiah serta mengetahui hubungan empiris dan analisis dalam bidang-bidang tertentu.  Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan bersifat umum, bukan rekomendasi berupa tindakan langsung. Setelah sejumlah studi dipublikasikan dan dibicarakan dalam periode waktu tertentu, pengetahuan tersebut akan mempengaruhi cara berpikir dan persepsi para praktisi.
Penelitian terapan lebih difokuskan pada pengetahuan teoretis dan praktis dalam bidang-bidang tertentu bukan pengetahuan yang bersifat universal misalnya bidang kedokteran, pendidikan, atau  teknologi.  Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan teori dan praktek baru serta pengembangan metodologi untuk kepentingan praktis.
Penelitian terapan dapat pula diartikan sebagai studi sistematik dengan tujuan menghasilkan tindakan aplikatif yang dapat dipraktekan bagi pemecahan masalah tertentu. Hasil penelitian terapan tidak perlu sebagai suatu penemuan baru tetapi meupakan aplikasi baru dari penelitian yang sudah ada (Nazir, 1985). Akhir-akhir ini, penelitian terapan telah berkembang dalam bentuk yang lebih khusus yaitu  penelitian kebijakan  (Majchrzak, 1984). Penelitian kebijakan  berawal  dari  permasalahan praktik dengan maksud memecahkan masalah-masalah sosial. Hasil penelitian  biasanya dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan.
c.      Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluatif pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian terapan namun tujuannya dapat dibedakan dari penelitian terapan. Penelitian ini  dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan  suatu program, produk atau kegiatan tertentu (Danim, 2000). Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat, kegunaan, sumbangan dan kelayakan suatu program kegiatan dari suatu unit/  lembaga tertentu. Penelitian evaluatif dapat menambah pengetahuan tentang kegiatan dan dapat mendorong penelitian atau pengembangan lebih lanjut, serta membantu para pimpinan untuk menentukan kebijakan (Sukmadinata, 2005). Penelitian evaluatif  dapat dirancang untuk menjawab pertanyaan, menguji, atau membuktikan hipotesis. Makna evaluatif menunjuk pada kata kerja yang menjelaskan sifat suatu kegiatan, dan kata bendanya adalah evaluasi.
Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi terhadap sesuatu objek, yang biasanya merupakan pelaksanaan dan rencana. Jadi yang dimaksud dengan penelitian evaluatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi,  yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi. Melakukan evaluasi berarti menunjukkan kehati-hatian karena ingin mengetahui apakah implementasi program  yang  telah  direncanakan sudah berjalan dengan benar dan sekaligus memberikan hasil sesuai dengan harapan. Jika belum bagian mana yang belum sesuai serta apa yang menjadi penyebabnya.
Penelitian evaluatif memiliki dua kegiatan utama yaitu pengukuran atau pengambilan data dan membandingkan hasil pengukuran dan pengumpulan data dengan standar yang digunakan. Berdasarkan hasil perbandingan ini maka akan didapatkan  kesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan itu layak atau tidak, relevan atau tidak, efisien dan efektif atau tidak. Atas dasar kegiatan tersebut,  penelitian evaluatif  dimaksudkan untuk membantu perencana dalam pelaksanaan program, penyempurnaan dan perubahan program, penentuan keputusan  atas  keberlanjutan atau penghentian program, menemukan fakta-fakta dukungan dan penolakan terhadap program, memberikan sumbangan dalam pemahaman  suatu program serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Lingkup penelitian evaluatif dalam  bidang  pendidikan  misalnya evaluasi  kurikulum, program pendidikan, pembelajaran, pendidik, siswa, organisasi dan manajemen.
Satu pengertian pokok yang terkandung dalam evaluasi adalah adanya standar, tolok ukur atau kriteria. Mengevaluasi  adalah melaksanakan upaya untuk mengumpulkan data mengenai kondisi nyata sesuatu hal, kemudian dibandingkan dengan kriteria agar dapat diketahui kesenjangan antara kondisi nyata dengan kriteria  (kondisi yang diharapkan). Penelitian evaluatif bukan sekedar  melakukan evaluasi pada umumnya. Penelitian evaluatif merupakan kegiatan evaluasi tetapi mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku bagi sebuah penelitian, yaitu persyaratan keilmiahan, mengikuti sistematika dan metodologi secara benar  sehingga dapat  dipertanggungjawabkan. Sejalan dengan  makna  tersebut, penelitian evaluatif  harus  memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Arikunto, 2006):
1.   Proses kegiatan  penelitian tidak menyimpang dari  kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian ilmiah pada umumnya.
2.  Dalam melaksanakan  evaluasi, peneliti berpikir sistemik yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dan beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan antara satu sama lain dalam menunjang keberhasilan kinerja dan objek yang dievaluasi.
3.   Agar dapat mengetahui secara rinci kondisi dan objek yang dievaluasi, perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai faktor penentu bagi keberhasilan program.
4.   Menggunakan standar, kriteria,  dan  tolok ukur  yang jelas untuk setiap indikator yang dievaluasi agar dapat diketahui dengan cermat keunggulan dan kelemahan program.
5.  Agar  informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagian mana  dari  program yang belum terlaksana, perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi sub komponen, dan sampai pada indikator dan program yang dievaluasi.
6.   Dari hasil penelitian harus dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan akurat sehingga dapat ditentukan tindak lanjut secara tepat.
7.    Kesimpulan atau hasil penelitian digunakan sebagai masukan/rekomendasi bagi kebijakan atau rencana program yang telah ditentukan. Dengan kata lain, dalam melakukan kegiatan evaluasi program, peneliti harus berkiblat pada tujuan program kegiatan sebagai standar, kriteria, atau tolak ukur.













BAB III
PENUTUP

A.
   KESIMPULAN

Berdasarkan makalah yang  dibuat dapat disimpulkan bahwa konsep dasar penelitian pendidikan adalah suatu pemikiran dasar sebagai proses yang sistematis untuk memperoleh pengetahuan (to discover knowledge) dan pemecahan masalah (problem solving) pendidikan melalui metode ilmiah, baik dalam pengumpulan maupun analisis datanya, serta membuat rumusan generalisasi berdasarkan penafsiran data tersebut. Banyak bagian yang terdapat dalam konsep dasar penelitian pendidikan antara lain: rasionalisasi, tujuan, fungsi, dan keterbatasan penelitian pendidikan. Tujuan penelitian pendidikan dapat terealisasi apabila adanya kerjasama yang kongkrit dari semua pihak yang terkait.
Pendidikan, ilmu pengetahuan, dan berbagai problematika didalamnya meruapakan bagian kehidupan manusia. Untuk memperoleh pengetahuan dalam pemecahan masalah tentang pendidikan ini maka diperlukan suatu penelitian pendidikan. Dari hasil suatu penelitian pendidikan ini kita dapat memperoleh berbagai macam manfaat dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. Proses penelitian pendidikan dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap pelaporan haruslah runtut dan saling terkait. Terlepas dari keterbatasannya, penelitian pendidikan diharapkan mampu mengatasi berbagai macam permasalahan pendidikan dan hasilnya mamapu menambah khasanah ilmu pengetahuan, yang akhirnya bermuara pada kemajuan dunia kehidupan bagi umat manusia.

B.    SARAN
Setelah mempelajari materi konsep dasar penelitian pendidikan ini diharapkan :
1.    Mahasiswa harus mengetahui dan berfikir kristis tentang perkembangan penelitian  pendidikan.
2.    Mahasiswa mampu menentukan metode-metode yang baik untuk penelitian.
3.    Dapat memotivasi peserta didik untuk lebih memajukan pendidikan di indonesia






















DAFTAR PUSTAKA


Sukmadinata, Nana Syaodih. 2010. Metode Penelitian Pendidikan.Bandung : PT Remaja
 Rosdakarya
Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan. Cetakan ke-2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Asmani, Jamal Ma’mur. 2011. Metodologi Praktis Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: DIVA Press.
Furchan, Arief. 2007. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Margono, S. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan.  Jakarta: PT Rineka Cipta.
Maryaeni. 2005. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.
Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2004. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Nawawi, Hadari dan Mimi Martini. 1994. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suryabrata, Sumadi. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Cetakan ke-5. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Miles, Matthew  B, dan   Michel Huberman.  1992.    Analisis  Data  Kualitatif.  Penerjemah Cecep Rohendi.  Jakarta: UI Press.
Mudrajad Kuncoro. 2004.  Metode Kuantitatif. Edisi Kedua. Yogyakarta: AMP YKPN.
Moleong, Lexi J. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar